Sebab, memahami materi dalam bentuk bacaan berbeda dengan menghadapi materi yang sudah diubah menjadi soal.
Di ruang belajar, sebuah ketentuan perpajakan bisa terasa sudah dipahami. Namun saat masuk ke ruang ujian dan materi disuguhkan dalam bentuk soal, ketentuan yang sama bisa ditanyakan dengan cara yang berbeda, disertai pilihan jawaban yang mirip, atau dibungkus dalam konteks kasus yang menuntut analisis lebih hati-hati.
Di titik inilah masalah sering baru terasa:
“Saya sudah banyak baca, tapi kenapa arah pertanyaan membingungkan ya?”
Ketika maksud soal keliru ditafsirkan, jawaban yang dipilih pun bisa ikut meleset.
Karena itu, jawaban salah tidak selalu terjadi karena lupa materi. Bisa jadi karena belum terbiasa membaca maksud soal, mengenali pola pertanyaan, atau membedakan pilihan jawaban yang terlihat mirip.
Itu mengapa latihan mengerjakan soal menjadi sangat penting.